![]() |
| Anak Wayang Indonesia |
Salam Persahabatan, Cinta dan Damai
Anak Wayang Indonesia berdiri di Yogyakarta pada tanggal 10 November 1998 oleh beberapa anak muda yang tergerak untuk meyumbangkan kemampuannya memberi tambahan bagi kegiatan anak – anak di kampung urban. Pada awal berdirinya Anak Wayang Indonesia hidup bersama anak kampung di wilayah Mergangsan Kidul Yogyakarta. Pendekatan dengan prinsip “bermain adalah belajar dan belajar adalah bermain bagi anak” membuat mereka tertarik untuk selalu bermain ke sanggar.
Hingga pada tahap selanjutnya, Anak Wayang Indonesia memfokuskan diri untuk menjadi sebuah lembaga nirlaba yang bergerak di bidang pendampingan anak dengan program pemenuhan hak dasar anak (hak sipil, kesehatan dan pendidikan) serta pendidikan kritis melalui media seni dan budaya.
VISI dan MISI Anak Wayang Indonesia
Visi Anak Wayang Indonesia:
Mewujudkan komunitas ramah anak.
Mis Anak Wayang Indonesia:
1. Memberdayakan potensi anak.
2. Advokasi kebijakan yang berpihak pada anak.
3. Kampanye komunitas ramah anak.
Sifat
1. Terbuka, artinya semua warga masyarakat dapat memanfaatkan lembaga ini tanpa membedakan jenis kelamin, agama, keturunan, rasa tau latar belakang sosial dan budaya.
2. Independen, artinya bebas dari pengaruh dan intervensi kekuasaan yang yang ada dan kelompok-kelompok tertentu dalam masyarakat.
Lokasi
Saat ini Anak Wayang Indonesia mempunyai 3 wilayah pendampingan yaitu:
1. Kampung Juminahan
2. Kampung Jagalan
3. Kampung Ledok Tukangan
Ketiga kampung tersebut terletak bantaran sungai Code dan tepat di pusat kota Yogyakarta,

Posting Komentar